Tips Memilih Budget Hotel ala mainkemana.com (part 2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari Part 1 yang disini. Oke mari kita lanjut kisah saya…..

….. Saat saya berbicara dengan pemilik hotel, saya kembali menceritakan dengan runtut dan perlahan agar lebih dapat dicerna. Sang pemilik hotel bertanya ke saya, apakah saat check in petugas sudah memberi tahu kalau air panasnya tidak berfungsi? Tentu saja kujawab apa adanya: tidak.

Akhirnya sang pemilik menanyakan apa yang saya inginkan dan saya jawab

Ini terkait fasilitas yang menjadi hak saya dan sudah saya bayar lunas di awal bahkan sebelum saya sampai di hotel. Karena ada beberapa fasilitas yang tidak bisa saya nikmati dan ini adalah urusan bisnis, maka saya meminta adanya cash back untuk saya. Besarnya berapa, saya serahkan ke anda sebagai pemilik.

Tanpa diskusi lanjutan, akhirnya sang pemilik memberikan saya cashback RP 100 ribu, sebagai permintaan maaf ke saya. Pemilik juga menginstruksikan ke petugas agar memberikan saya bukti tanda terima uang tersebut. Oke, CASE CLOSED.

Sebenarnya, andai sang pemilik hotel itu tidak memberikan saya kompensasi, apa sih yang akan saya lakukan?

Saya tidak akan ngotot menuntut uang, karena nominal Rp 100 ribu itu bukan nilai yang tinggi banget. Tetapi yang akan saya lakukan hanyalah mempublikasikan pengalaman saya ini 100% tanpa saya tutupi dan saya akan mereview profesionalitas hotel tersebut di blog saya, lengkap dengan bukti dokumentasinya (Foto dll).

 

Review negatif yang kuat ini efeknya jauh lebih dahsyat merugikan dibanding dengan kompensasi Rp 100 ribu tadi.

Mungkin akan ada yang bertanya, apakah saya tidak takut dilaporkan sebagai pencemaran nama baik? Tentu saja tidak. Kenapa? Karena sejak awal saya mencium indikasi adanya ketidakberesan ini, saya mendokumentasikannya dengan baik sebagai dasar complaint saya.

Setelah ini selesai, saya pun mengajak berbicara petugas tadi lebih dalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata ketemu masalah utamanya, yaitu:

Hotel sudah mengirim email ke manajemen aplikasi booking hotel online, beberapa hari sebelum saya pesan hotel, untuk menutup sementara slot kamar yang disewakan karena mau dilakukan renovasi. Dikarenakan belum ada tanggapan dari manajemen aplikasi booking hotel online tadi dan saya sudah membayar lunas, maka mau tak mau pihak hotel harus menerima saya sebagai tamu, dengan kondisi kamar seadanya.

 

Pihak hotel juga kelupaan hal mendasar yaitu menjelaskan kepada tamu secara detil kondisinya sejak awal. Andai dijelaskan sejak awal, maka saya akan menuntut penyelesaian hak saya ini justru ke manajemen aplikasi booking hotel online tersebut.

Oke. Cukup dengan cerita pengalaman saya tersebut. Bagaimana dengan pengalaman saya selanjutnya? Beberapa kali saya melakukan pemesanan tetap dengan aplikasi booking hotel online, saya tidak pernah kena Zonk lagi setelah saya lebih selektif.

Berikut urutan yang saya lakukan ketika akan booking hotel via aplikasi hotel online:

  1. Tentukan kisaran dana alias budget anda, misalnya Rp 200-300 ribu.
  2. Buka di salah satu aplikasi booking online favorit anda dan anda cari hingga 2-3 pilihan hotel saja yang sekiranya anda minati lengkap dengan fasilitas apa saja yang anda inginkan misalnya ada sarapan atau tidak.
  3. Pilih Hotel dengan rate kepuasan MINIMAL 72% alias bintang 3.5/5 (kalau saya, sih). Kenapa ndak 75%? Ya anda bebas juga kok, intinya semakin tinggi rate kepuasan, maka biasanya akan semakin baik di kenyataannya.
  4. LUANGKAN WAKTU MELIHAT FOTO-FOTO dan REVIEW di kolom KOMENTAR. Begitu ada komentar yang negatif, usahakan pilih hotel yang paling minim review negatifnya. Syukur-syukur mendapat yang tanpa review negatif.
  5. Pastikan kata kunci pertama yang dilihat di kolom komentar adalah kata: BERSIH/CLEAN kemudian AMAN. Apabila ada satu saja komentar yang menyampaikan komentar tidak bersih atau tidak aman, anda lihat tanggal komentarnya. Apabila komentar itu muncul sekitar setahun yang lalu kemudian komentar-komentar yang lebih baru sudah tidak ada komentar negatif, maka anda bisa menganggap hotel tersebut sudah berbenah.
  6. Untuk urusan BERSIH/CLEAN yang lebih mudah, anda dapat memilih hotel-hotel yang baru karena biasanya masih bersih kinyis-kinyis 🙂
  7. Bandingkan rate harga FINAL 2-3 hotel tadi di beberapa aplikasi booking hotel online. Ingat, terkadang ada aplikasi yang menampilkan harga hotel murah tetapi belum final karena masih ditambah pajak dll.
  8. Setelah mendapat harga terbaik, segera booking dan bayar lunas. Syukur-syukur anda bisa mendapatkan diskon tambahan via kode voucher.
  9. Saat pertama anda datang di hotel, pastikan fasilitas yang disediakan sudah sesuai dengan apa yang anda pesan. Apabila ada fasilitas yang tidak sesuai, ANDA BERHAK untuk mendapatkan kompensasinya. Sekali lagi, ini adalah urusan bisnis antara hotel dan konsumennya. Kita harus menghargai hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  10. Dunia maya sangat kejam. Apabila anda mendapat pengalaman tidak menyenangkan, pastikan ANDA MENDOKUMENTASIKANnya secara lengkap sebelum mengajukan complaint ke manajemen hotel. Apabila tidak ditanggapi dengan baik, silahkan anda posting review di internet dengan cara elegant dan hotel tersebut akan mendapat sanksi sosial yang dahsyat.
  11. Jangan pernah sekalipun membuat review negatif palsu tentang suatu hotel apalagi tanpa bukti dokumentasi yang kuat, karena anda bisa dituntut secara hukum untuk pencemaran nama baik.

Sementara, saya cukupkan sharing pengalaman dan tips trik ini. Apabila kedepannya ada tambahan, koreksi atau masukan maka akan segera saya update,

Selamat menyusun itinerary liburan anda 🙂

About mainkemana

Blogger di dua blog: http://arigetas.com dan disini https://mainkemana.com seorang yang ditugasi mengurusi satu istri dan (baru) satu anak laki-laki bernama Aria.

View all posts by mainkemana →

5 Comments on “Tips Memilih Budget Hotel ala mainkemana.com (part 2)”

  1. sebenernya 100rb itu bukan apa apa banget sih hhmmm. Lumayan lah pemilik nya minta maaf, karena di beberapa kejadian, pemilik nya malah balik ngotot dan nyalahin kita (kalo kejadian kayak gini, biasanya aku langsung ajak adu mulut).

    Aku masih kurang setuju pas pemiliknya nanyain “apa yang kamu ingingkan”, harusnya dia langsung respons dengan maaf dan kasih kompensasi tanpa tanya2. Kalo aku sih pasti bakal ceramahin harusnya gimana wakakkakk

    Anw nice shaarreee mas ari XD

    1. Iya bener, sebenere ownernya itu rada gmn gitu, cuma aku berusaha calm. Secara pas saat itu ada anakku disitu dan aku lebih penasaran aja mo gimana ending dari complaint ini.. Semoga kedepan gak ngalamin lagi. aamiin.. Thanks udah mampir, abang ganteng 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *