Birth Story, mengantar perjalanan Kania ke dunia

Beberapa saat ini aku vakum menulis, padahal sudah banyak ide yang dikumpulkan tapi gak nulis-nulis ehehheehe. Alasan klasiknya adalah gak sempat namun selain itu ada hal lain yang membuat beberapa minggu hingga satu bulan ini tidak produktif. Ada hal besar yang sedang kami nantikan. Yaps true !! Saat ini kami sedang menikmati hari-hari baru kami (terutama aku dan suami) dengan status baru. Bapak dan Ibu.

Bagi sebagian besar orang yang menikah pasti menantikan hadirnya sang buah hati ditengah-tengah keluarga mereka. Begitu pun juga aku dan suami. Beruntung kami mendapatkannya sesuai estimasi yang kita ingin, 7 bulan selang menikah aku mengetahui diriku mulai telat datang bulan. Walaupun sudah sesuai keinginan dan rencana, but not always easy for me. Gak tahu kenapa aku ini rangnya super mellow untuk hal-hal tertentu. Bahkan beberapa case aku ini gak bisa mengidentifikasi kenapa aku mellow. Oh My God..but that’s me! Aku juga gak tahu.

Campur aduk rasanya pas mengetahui aku hamil, saat itu pertengahan bulan ramadhan. Padahal awalnya gak nyangka bakal hamil saat itu, dikarenakan kondisi tubuh rasanya mau “dapet” dan ngerasanya, ahh paling belum saatnya. Tapi Allah punya rencana lain, kami dikaruniai anugerah di bulan penuh berkah itu. Perasaan senang dan haru menyeruak di dada saat terlihat garis dua di tespack. Namun seketika juga muncul perasaan yang susah didefinisikan. Antara sedih dan takut. Sebentar lagi bakal jadi orang tua, sudah tidak bisa begin begitu campur aduk pokoknya. Hehehhehe

Too much pain ! But it’s so happy !! Ya karena ini kehamilan pertamaku, aku sedikit “cengeng” hehhehe walaupun dedek dalam perut ini sangat kooperatif. Mual dan muntah tidak berlebihan. Dan yang paling buat seneng adalah aku bisa makan semuanya, gak pilih-pilih. okoknya selama hamil seneng rasanya karena dedek bayinya nurut banget. Nanti kapan-kapan aku tulis secara detil ya mengenai kehamilan !

Nahhh ngomongin soal Birth story, ini benar-benar incredible. Belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Bahkan ketika kehamilanku sudah memasuki usia 8 bulan. Rasanya aku gak pengen cepet-cepet lahiran. Takut, ngeri dan sebagainya jadi satu heheheheheh. Namun disisi lain juga pengen cepat-cepat ketemu dedek bayi.

01 Januari 2020

Berawal Pukul 3.30 dini hari gelombang cinta itupun datang. Karena belum pengalaman aku kira hanya mules biasa. Hingga satu jam kemudian rasa mulasnya mulai terasa kembali dan lebih kuat. Tapi saya tidak langsung panik, masih sempat juga berendam karena dari yang saya baca aktifitas berendam dalam air bisa mengurangi rasa sakit yang timbul saat kontraksi. Tapi menurutku masih terasa sakit hehehehhe

Karena terus berulang walaupun masih lemah rasanya, tapi suami sudah ngajak pergi ke rumah sakit aja. Akhirnya aku turutin walaupun aku sudah bilang, “paling nanti suruh pulang dulu ” . Dan benar saja setelah diperiksa ( betewe pemeriksaan ini sukses buat aku adem panas) masih belum ada pembukaan sama sekali. Dan parahnya bidan yang meriksa aku bilang, kalau proses lahiran ini bisa jadi masih dua minggu lagi. Mendengar hal tersebut aku langsung drop, gak bayangin gimana caranya melewati hari-hari dengan kontraksi seperti ini.

Namun, yang namanya lahir,rejeki,jodoh Allah yang nentukan. Walaupun sudah dikabarkan kemungkinan beberapa minggu lagi. Tapi ternyata garis takdir Kania adalah lahir di tanggal cantik hehehhe. Kenapa aku bilang tanggal cantik? selain bertepatan dengan tahun baru masehi, dan benar saja sudah banyak sekali ibu-ibu yang merencanakan kelahiran sang buah hatinya di tanggal tersebut, yang mengakibatkan saya kehabisan kamar bersalin. Dan terpaksa ditunggu di UGD.

Bersambung ke part 2 ya..karena kania sudah bangun dan minta digendong..nanti aku lanjutin ya hehehehe

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *