Tips Memilih Budget Hotel ala mainkemana.com (part 1)

Traveling itu wajib hukumnya worryless


Kita berlibur untuk bersenang-senang. Berbahagia dan hati damai adalah inti dari liburan, bukan? Kali ini saya akan membagi pengalaman pribadi saya dan keluarga dalam menentukan penginapan via aplikasi online yang murah tetapi tidak membuat kecewa. Sepanjang pengalaman saya, tentu pernah lah “jatuh kecewa”. Berikut kisah lengkapnya…

Waktu itu, saya dan keluarga memesan budget hotel via salah satu aplikasi online untuk liburan di daerah pegunungan. Pertama kali yang kami lihat adalah harga vs rating. Setelah itu, saya melihat-lihat fotonya dan membaca komentar. Disitu ada beberapa (2-3 komen) yang menyampaikan bahwa bed sheet-nya terlihat kotor seperti tidak diganti beberapa kali pergantian tamu. Ada juga satu komen yang menyampaikan bahwa air yang keluar dari shower sempat kotor.

Dikarenakan komentar negatif hanya sekitar 20% dan sisanya menilai wajar alias biasa-biasa saja, maka saya pun memutuskan untuk booking kamar di hotel tersebut dan membayar lunas via ebanking. Harga per malam sekitar Rp 220 ribu, fasilitas: twin bed, lokasi strategis, AC, Wifi, shower air panas tetapi no breakfast.

Kami check in hotel jam 8 malam. Ternyata, kamar twin bed-nya lampunya rusak dan kami diberi pengganti kamar double bed. Oke, kami terima dan bukan masalah yang perlu dibesarkan. Setelah memasukkan barang-barang ke dalam kamar, kami pergi keluar hotel untuk makan malam dan jalan-jalan kecil di pusat kota.

Kami kembali ke kamar sekitar jam 10 malam dan bermaksud mandi. Saya memutar knop shower posisi tengah (kombinasi air panas dan dingin) dan mengalirlah air bersih. Saya tunggu sebentar kok tetap dingin. Saya menyentuh kedua ujung pipa saluran air panas dan dingin dan hasilnya sama-sama dingin. Wah ada yang tidak beres ini.

Saya pun menelepon front office dan melaporkan hal ini. Kata petugasnya, putar saja ke arah air panas dan tunggu sekitar 5 menit. Oke, saran tersebut saya lakukan. Hasilnya masih air dingin yang keluar. Saya menelepon lagi dan meminta petugas untuk mengecek sendiri di kamar saya.

Setelah sekian menit diutak atik, akhirnya si petugas tadi mencoba mengecek ke mesin water heater untuk blok kamar kami dan disimpulkan bahwa mesinnya rusak. Petugas tadi berupaya menelepon tenaga reparasi tetapi teleponnya tidak diangkat.

Saya pun complaint:

Wah gimana ini, saya sekeluarga belum mandi dan terutama anak saya jelas tidak bisa mandi air dingin. Apalagi ini sudah hampir jam 11 malam.

Dalam benak saya, biasanya menghadapi komplen seperti ini, pihak hotel akan mencarikan kamar lain atau punya solusi bagus lainnya. Tetapi, jawaban petugasnya adalah:

Bapak bisa merebus air di dapur untuk mandi, Pak. Nanti saya pinjami ember dan gayungnya.

Woah.. saya pun speechless. Bahkan dulu, saya pernah menginap di hotel harga Rp 70 ribu yang memang tanpa fasilitas shower air panas, saya ditawarin kalau-kalau saya membutuhkan air panas di ember dan itu gratis.

Nah ini, di hotel kelas segini saya udah ngalah karena diganti spek kamar (twin bed ke double).. masih harus merebus air sendiri di dapur hotel. GILA.

Akhirnya saya pun dengan nada rada tegas bilang ke petugasnya:

Mas, saya gak ada masalah personal sama mas sebagai karyawan hotel ini. Tetapi ini adalah fasilitas yang menjadi hak saya. Saya sudah ngalah ganti spek kamar. Tapi fasilitas air panas rusak dan saya yang harus merebus sendiri di dapur? Ini urusan bisnis mas. Harus ada penyelesaiannya!

Saya pun meminta untuk bertemu dengan manajer atau supervisor hotel tetapi tidak ada di tempat, Akhirnya saya meminta bicara dengan pemilik hotel tersebut. Lagi-lagi tanpa saya sangka, petugas tadi bilang:

Wah tidak bisa menelepon pemilik hotel Pak. Sekarang sudah jam 11 malam.

Gubrak, memuncak sudah emosi saya. Akhirnya saya memberikan ultimatum, bahwa malam ini dan tepatnya saat ini harus ada solusi untuk masalah ini. Akhirnya petugas tadi menelepon pemilik hotel dengan handphone dan langsung diangkat. Saya sengaja berdiri di samping petugas tadi, supaya saya bisa tahu apa yang disampaikan oleh si petugas tadi. Hasilnya? Ada beberapa hal yang “agak diperhalus” oleh si petugas. Bisa jadi sebagai strategi supaya si petugas tidak kena marah dari sang pemilik.

Bagaimanakah kelanjutan cerita ini dan tips-nya? Silahkan klik disini untuk membaca Tips Memilih Budget Hotel (part 2).

About mainkemana

Blogger di dua blog: http://arigetas.com dan disini https://mainkemana.com seorang yang ditugasi mengurusi satu istri dan (baru) satu anak laki-laki bernama Aria.

View all posts by mainkemana →

4 Comments on “Tips Memilih Budget Hotel ala mainkemana.com (part 1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *